Pajak Belum Pro Investasi, Selasa, 5 September 2017

  • Harian Kontan
KEBIJAKAN pajak yang semakin ketat dianggap tidak pro investasi. Bahkan, pengusaha menilai, kebijakan itu semakin merugikan dunia bisnis dalam negeri yang belakangan ini sedang terhambat pelemahan daya beli konsumen.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menyebut, Direktorat Jenderal Pajak terlalu banyak menarik pajak untuk sektor industri. Banyaknya tarikan dan variasi ini membuat pengusaha makin kehilangan dorongan untuk meningkatkan usahanya. "Kami merasa dikriminalisasi. Padahal, pengusaha sudah ikut tax amnesty, tapi masih dikejar-kejar," papar Ade belum lama ini.

Menurutnya, pemerintah tak ubahnya memainkan hukum seperti di jalanan. Kebijakan pajak diubah-ubah tanpa pertimbangan pengusaha. "Kepercayaan pengusaha makin turun saja kalau begini," tutur Ade.

Sebelumnya, mantan menteri Rizal Ramli menyebut pemerintah salah menerapkan kebijakan pajak. Dalam kondisi ekonomi tumbuh melambat, seharusnya ada pelonggaran pajak bagi pengusaha. Jika pengusaha semakin tergencet pajak, ekonomi semakin sulit bangkit.